Serikat Pekerja
Serikat
Pekerja
Perusahaan
PT. Freeport Indonesia
Disusun oleh :
Elisa Yulistina
1620200012
Dosen Pengampuh :
Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM
STIE MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2017
KATA
PENGANTAR
Pertama-tama penulis panjatkan Puji
dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat-Nyalah makalah
ini dapat terselesaikan tepat waktu. Dengan membaca makalah ini penulis
berharap dapat membantu teman-teman serta pembaca dapat memahami materi ini dan
dapat memperkaya wawasan pembaca.Walaupun penulis telah berusaha sesuai
kemampuan penulis, namun penulis yakin bahwa manusia itu tak ada yang
sempurna.Seandainya dalam penulisan makalah ini ada yang kurang, maka itulah
bagian dari kelemahan penulis.Mudah-mudahan melalui kelemahan itulah yang akan
membawa kesadaran kita akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini dan kepada pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk membaca makalah
ini.Untuk itu penulis selalu menantikan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi perbaikan penyusunan makalah ini.
Palembang, September
2017
Penulis
i
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR .......................................................................................... i
DAFTAR
ISI ........................................................................................................ ii
BAB
1 : PENDAHULUAN ................................................................................. .1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................2
1.3 Tujuan ...................................................................................2
BAB
2 : ISI ........................................................................................................... 3
2.1 Profil PT. Freeport
Indonesia............................................................... 3
2.2 Contoh Kasus PT.
Freeport Indonesia .................................................6
2.3 Analisis Kasus PT.
Freeport Indonesia .............................................7
BAB
3 : PENUTUP .............................................................................................. 9
3.1 Kesimpulan ......................................................................................... 9
3.2 Saran ................................................................................................... 9
DAFTAR
PUSTAKA ........................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Awal mula PT Freeport Indonesia berdiri,
sesungguhnya terdapat kisah perjalanan yang unik untuk diketahui. Pada tahun
1904-1905 suatu lembaga swasta dari Belanda Koninklijke Nederlandsche
Aardrijkskundig Genootschap (KNAG) yakni Lembaga Geografi Kerajaan Belanda,
menyelenggarakan suatu ekspedisi ke Papua Barat Daya yang tujuan utamanya
adalah mengunjungi Pegunungan Salju yang konon kabarnya ada di Tanah Papua.
Catatan pertama tentang pegunungan
salju ini adalah dari Kapten Johan Carstensz yang dalam perjalanan dengan dua
kapalnya Aernem dan Pera ke “selatan” pada tahun 1623 di perairan sebelah
selatan Tanah Papua, tiba-tiba jauh di - pedalaman melihat kilauan salju dan
mencatat di dalam buku hariannya pada tanggal 16 Februari 1623 tentang suatu
pegungungan yang “teramat tingginya” yang pada bagian-bagiannya tertutup oleh
salju. –Catatan Carsztensz ini menjadi cemoohan kawan-kawannya yang menganggap
Carstensz hanya berkhayal.
Walaupun ekspedisi pertama KNAG
tersebut tidak berhasil menemukan gunung es yang disebut-sebut dalam catatan
harian Kapten Carstensz, inilah cikal bakal perhatian besar Belanda terhadap
daerah Papua. Peta wilayah Papua pertama kali dibuat dari hasil ekspedisi
militer ke daerah ini pada tahun 1907 hingga 1915. Ekspedisi-ekspedisi militer
ini kemudian membangkitkan hasrat para ilmuwan sipil untuk mendaki dan mencapai
pegunungan salju.
Beberapa ekspedisi Belanda yang
terkenal dipimpin oleh Dr. HA.Lorentz dan Kapten A. Franzen Henderschee. Semua
dilakukan dengan sasaran untuk mencapai puncak Wilhelmina (Puncak Sudirman
sekarang) pada ketinggian 4,750 meter. Nama Lorentz belakangan diabadikan untuk
nama Taman Nasional Lorentz di wilayah suku Asmat di pantai selatan.
Pada pertengahan tahun 1930, dua
pemuda Belanda Colijn dan Dozy, keduanya adalah pegawai perusahaan minyak NNGPM
yang merencanakan pelaksanaan cita-cita mereka untuk mencapai puncak Cartensz. Petualangan
mereka kemudian menjadi langkah pertama bagi pembukaan pertambangan di Tanah
Papua empat puluh tahun kemudian.
Pada tahun 1936, Jean Jacques Dozy
menemukan cadangan Ertsberg atau disebut gunung bijih, lalu data mengenai
batuan ini dibawa ke Belanda. Setelah sekian lama bertemulah seorang Jan Van
Gruisen – Managing Director perusahaan Oost Maatchappij, yang mengeksploitasi
batu bara di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengggara dengan kawan lamanya
Forbes Wilson, seorang kepala eksplorasi pada perusahaan Freeport Sulphur
Company yang operasi utamanya ketika itu adalah menambang belerang di bawah
dasar laut. Kemudian Van Gruisen berhasil meyakinkan Wilson untuk mendanai
ekspedisi ke gunung bijih serta mengambil contoh bebatuan dan menganalisisnya
serta melakukan penilaian.
Pada awal periode pemerintahan
Soeharto, pemerintah mengambil kebijakan untuk segera melakukan berbagai
langkah nyata demi meningkatkan pembanguan ekonomi. Namun dengan kondisi
ekonomi nasional yang terbatas setelah penggantian kekuasaan, pemerintah segera
mengambil langkah strategis dengan mengeluarkan Undang-undang Modal Asing (UU
No. 1 Tahun 1967).
Pimpinan tertinggi Freeport pada masa
itu yang bernama Langbourne Williams melihat peluang untuk meneruskan proyek
Ertsberg. Dia bertemu Julius Tahija yang pada zaman Presiden Soekarno memimpin
perusahaan Texaco dan dilanjutkan pertemuan dengan Jenderal Ibnu Sutowo, yang
pada saat itu menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Perminyakan Indonesia.
Inti dalam pertemuan tersebut adalah permohonan agar Freeport dapat meneruskan
proyek Ertsberg. Akhirnya dari hasil pertemuan demi pertemuan yang panjang
Freeport mendapatkan izin dari pemerintah untuk meneruskan proyek tersebut pada
tahun 1967. Itulah Kontrak Karya Pertama Freeport (KK-I). Kontrak karya
tersebut merupakan bahan promosi yang dibawa Julius Tahija untuk memperkenalkan
Indonesia ke luar negeri dan misi pertamanya adalah mempromosikan Kebijakan
Penanaman Modal Asing ke Australia.
Sebelum 1967 wilayah Timika adalah
hutan belantara. Pada awal Freeport mulai beroperasi, banyak penduduk yang pada
awalnya berpencar-pencar mulai masuk ke wilayah sekitar tambang Freeport
sehingga pertumbuhan penduduk di Timika meningkat. Tahun 1970 pemerintah dan
Freeport secara bersama-sama membangun rumah-rumah penduduk yang layak di jalan
Kamuki. Kemudian dibangun juga perumahan penduduk di sekitar selatan Bandar
Udara yang sekarang menjadi Kota Timika.
Pada tahun 1971 Freeport membangun
Bandar Udara Timika dan pusat perbekalan, kemudian juga membangun jalan-jalan
utama sebagai akses ke tambang dan juga jalan-jalan di daerah terpencil sebagai
akses ke desa-desa Tahun 1972, Presiden Soeharto menamakan kota yang dibangun
secara bertahap oleh Freeport tersebut dengan nama Tembagapura. Pada tahun 1973
Freeport menunjuk kepala perwakilannya untuk Indonesia sekaligus sebagai
presiden direktur pertama Freeport Indonesia. Adalah Ali Budiarjo, yang
mempunyai latar belakang pernah menjabat Sekretaris Pertahanan dan Direktur
Pembangunan Nasional pada tahun 1950-an, suami dari Miriam Budiarjo yang juga
berperan dalam beberapa perundingan kemerdekaan Indonesia, sebagai sekretaris
delegasi Perundingan Linggarjati dan anggota delegasi dalam perjanjian
Renville.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1
Bagaimana profil PT. Freeport Indonesia
?
1.2.2
Bagaimana kasus PT. Freeport Indonesia?
1.2.3
Bagaimana analisis kasus PT. Freeport
Indonesia ?
1.3 Tujuan
1.3.1
Mengetahui profil PT. Freeport Indonesia
1.3.2
Mengetahui kasus PT. Freeport Indonesia
1.3.3
Mengetahui analisis kasus PT. Freeport
Indonesia
BAB
II
ISI
2.1 Profil
PT. Freeport Indonesia
Visi
Dan Misi
Visi
Menjadi perusahaan tambang kelas dunia yang menciptakan nilai-nilai unggul dan menjadi kebanggaan bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk karyawan, masyarakat, dan bangsa.
Menjadi perusahaan tambang kelas dunia yang menciptakan nilai-nilai unggul dan menjadi kebanggaan bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk karyawan, masyarakat, dan bangsa.
Misi
Berkomitmen untuk secara kreatif mentransformasikan sumber daya alam menjadi kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan melalui praktek-praktek pertambangan terbaik dengan memprioritaskan kesejahteraan dan ketentraman karyawan dan masyarakat, pengembangan SDM, tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup, serta keselamatan dan kesehatan kerja.
Berkomitmen untuk secara kreatif mentransformasikan sumber daya alam menjadi kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan melalui praktek-praktek pertambangan terbaik dengan memprioritaskan kesejahteraan dan ketentraman karyawan dan masyarakat, pengembangan SDM, tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup, serta keselamatan dan kesehatan kerja.
Penghargaan
2015
·
Sosial
media PT Freeport Indonesia meraih Social Media Award 2015
dalam kategori perusahaan tambang yang diselenggarakan oleh Frontier Consulting
Group dan Majalah Marketing. Penghargaan ini diberikan kepada
perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki share of voice besar
serta memiliki sentimen yang baik di media sosial.
·
Meraih
penghargaan Platinum untuk Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS
di Tempat Kerja, dari Kementerian Tenaga Kerja.
·
Meraih
penghargaan untuk Kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati untuk Program
‘Penerbitan Buku Burung dan Buku Katak’ dalam event Indonesia Green Awards
2015.
·
PT
Freeport Indonesia meraih penghargaan tertinggi (Gold Achievement) di
ajang Operational Excellence Conference and Award 2015 melalui
pencapaian PTFI dalam Minegem Productivity Improvement Project.
·
Tim
Geographical Information Services (GIS), Divisi Geo Engineering PT Freeport
Indonesia meraih penghargaan Special Achievement in GIS (SAG) 2015 pada
acara ESRI User Conference 2015, San Diego, California, US. Penghargaan
tersebut diberikan kepada team pengembang GIS di seluruh dunia sebagai
pengakuan prestasi yang luar biasa penggunaan terhadap Teknologi GIS.
2014
·
Freeport
Indonesia meraih penghargaan sebagai Indonesia Best Corporate Public Relations
Program 2014 for Program: Crisis Communication Handling Post-Accident in
Underground Training Facility, dari Majalah Mix Marketing Communications.
·
Website
PT Freeport Indonesia mendapat penghargaan dari BeritaSatu.com sebagai Website
Terbaik untuk Kategori Perusahaan Tambang dan Migas.
·
Social
media Freeport
Indonesia dinilai terbaik dari 3 besar perusahaan dalam kategori Mining
dalam Social Media Achievement Award 2014 yang diselenggarakan oleh
Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing.
·
Freeport
Indonesia mendapat Predikat ‘Perusahaan Baik’ untuk Program Institut
Pertambangan Nemangkawi dalam event Indonesia Social Responsibility Awards 2014
yang diselenggarakan oleh The La Tofi School of CSR.
·
Meraih
penghargaan untuk Kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati untuk Program
‘Pengembangan Diorama Ekosistem dengan Tanaman Endemik di Mini Botanical Garden
dan Kupu-kupu yang Bertelur dan Berkembang Biak di Taman Kupu-kupu’ dalam event
Indonesia Green Awards 2014.
·
Kementerian
Sosial melalui Forum CSR memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia atas
peran aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial dunia usaha di bidang
penyelenggaraan kesejahteraan sosial di wilayah Komunitas Adat Terpencil (Eka
Karsa Padmamitra).
·
Tim
Emergency Preparedness & Response Group (ERP) PT Freeport Indonesia meraih
Juara Umum dalam Indonesia Fire Rescue Challenge (IFRC) ke-17.
·
PT
Freeport Indonesia melalui Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro
(LPMAK) memperoleh Empat Penghargaan dalam Indonesia CSR Award (ICA) 2014 yang
diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD). Lima
penghargaan tersebut adalah Platinum untuk Program Pendidikan dan Mimika Sehat
(Membangun Inisiatif Masyarakat untuk Ibu, Keluarga dan Anak Sehat), Gold untuk
Program Tapare Pararoko (Lingkungan Sehat), Silver untuk Pencegahan dan
Penanggulangan Malaria di Kampung Terisolir dan di Kota Timika dalam rangka
eliminasi Malaria tahun 2026. Serta Seketaris Eksekutif LPMAK terpilih sebagai
Terbaik 2 untuk Peserta Perorangan tingkat Manajemen.
2013
·
Program
Biodiversity Freeport Indonesia mendapat Predikat Pelestari Keanekaragaman
Hayati dari La Tofi School of CSR di ajang Indonesia Green Awards 2013.
·
Tim
Tanggap Darurat (Emergency Preparedness & Response Group) Freeport
Indonesia meraih Empat Medali Emas dalam Indonesian Fire Rescue Challenge
(IFRC) Competition yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), dan meraih the Best Team Performance.
·
Freeport
Indonesia meraih Delapan Penghargaan dalam Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat
(GKPM) Awards dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik
Indonesia dan Corporate Forum for Community Development (CFCD). Empat
penghargaan Platinum untuk Partisipasi Penciptaan Lapangan Kerja Baru; Program
Pelayanan Kesehatan Anak dan Balita; Program Partisipasi Pelayanan Kesehatan
Ibu Hamil dan Kelahiran; Program Partisipasi Penanggulangan dan Pencegahan
HIV/AIDS, Malaria, TBC dan Penyakit Menular Lainnya. Empat penghargaan Gold
untuk Program Pendidikan Dasar 9 Tahun; Program Partisipasi Pelayanan Kesehatan
Ibu Hamil dan Kelahiran; Program Partisipasi Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dan
Kelahiran; Program Partisipasi Penanggulangan dan Pencegahan HIV/AIDS, Malaria,
TBC dan Penyakit Menular Lainnya; dan Program Penciptaan Akses Terhadap Air
Minum/ Bersih dan Sanitasi Lingkungan.
·
Juara
terbaik ketiga tingkat perseorangan untuk lembaga mitra dalam Gelar Karya
Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Awards, dengan menampilkan profile Manager
Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo.
2012
·
Freeport
Indonesia meraih Enam Penghargaan Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM)
Awards dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia dan
Corporate Forum for Community Development (CFCD). Tiga penghargaan Platinum
untuk Program Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berbasis Desa, Pelayanan
Kesehatan Ibu Hamil Dan Kelahiran, Pengendalian Malaria Dan Penanggulangan HIV
& AIDS. Tiga pengharaan Gold untuk Program Pelayanan Kesehatan Peningkatan
Gizi Balita, Program Pendidikan Dasar 9 Tahun, dan Penciptaan Akses Air
Minum/bersih dan Sanitasi Lingkungan yang telah dilaksanakan di Kabupaten
Mimika.
·
Meraih
Best of the Best AIDS Award 2012 untuk Program P2-HIV & AIDS di Tempat
Kerja dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.
·
Meraih
penghargaan The Best in Mining Industry Category dalam
Strategy-into-Performance Execution Excellence (SPEx2) Award melalui Program
Operation Excellence (OpEx).
·
Tim
Tanggap Darurat (Emergency Response Group) Freeport Indonesia meraih Empat
Medali Emas dalam Fire Rescue Challenge (IFRC) dan meraih The Best Team
Performance
2011
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) mendapat Penghargaan dari Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (KESDM) atas bantuan dan partisipasi aktif dalam menangani
bencana Tsunami di Mentawai, gunung Merapi dan banjir bandang di Wasior tahun
2010.
·
Penghargaan
Perusahaan Idaman 2010 dari majalah Warta Ekonomi
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) menerima penghargaan Gelar Karya Pemberdayaan
Masyarakat (GKPM) Awards. Dua penghargaan yang diterima tersebut adalah
penghargaan "Gold" atau Emas untuk program partisipasi pelayanan
kesehatan ibu hamil dan melahirkan dan program penciptaan akses air
minum/bersih dan sanitasi lingkungan yang telah dilaksanakan di Kabupaten
Mimika.
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) menerima Penghargaan Indonesia Green 2011 dari dewan
juri 'Indonesia Green Awards 2011' yang diserahkan pada acara yang digelar oleh
La Tofi School of CSR dan Majalah 'Bisnis & CSR' dengan dukungan dari
Kementerian Kehutanan.
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) menerima penghargaan atas komitmennya dalam mencegah
dan memerangi AIDS di Indonesia dari Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
Agung Laksono sebagai ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPA).
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) menerima penghargaan Strategy-into Performance
Execution Excellence (SPEx2) dari GML Performance Consulting & Majalah
Fortune Indonesia sebagai Best in Operational Execution atau Terbaik
Pelaksanaan Operasional.
·
Lembaga
Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) dan PT Freeport Indonesia (PTFI)
menerima penghargaan Platinum dan Perak pada penyelenggaraan Indonesia CSR
Awards (ICA) 2011 yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community
Development (CFCD) bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI, dan didukung oleh
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Negara
Perumahan Rakyat, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan,
Kementerian Badan Usaha Milik Negara, dan Kementerian Negara Percepatan
Pembangunan Daerah Tertinggal.
·
SMP
YPJ Kuala Kencana berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata 2011 dari
Kementerian Lingkungan Hidup, Republik Indonesia. Penghargaan Adiwiyata ini
adalah penghargaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil
mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan
hidup.
2010
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) meraih penghargaan Tujuan-tujuan Pembangunan Milenium
atau "Millennium Development Goals (MDGs)" tahun 2010 untuk tujuan
No. 2 "Pendidikan Dasar untuk Semua". Director - EVP & CAO PTFI
Sinta Sirait dan EVP - External Relations PTFI Sonny Kosasih bersama Utusan
Khusus Presiden RI untuk MDGs Prof. Nila F. Moeloek dan Wakil Menteri
Pendidikan Prof. Fasli Djalal saat menerima penghargaan.
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI), menerima Penghargaan Aditama (Emas) dari Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas upaya yang dilakukan PTFI dalam
pengelolaan lingkungan pertambangan. PTFI meraih Penghargaan Aditama untuk
kategori pertambangan mineral.
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) menerima Piagam Penghargaan Utama (Perak) di bidang
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Kementerian Energi & Sumber Daya
Mineral (KESDM) atas upaya yang dilakukan PTFI dalam upaya peningkatan
pengelolaan keselamatan pertambangan.
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) menerima penghargaan Platinum, Emas dan Perak atas
prestasi dan pencapaian PTFI dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal di
sekitar perusahaan pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) – CSR
Awards 2010, Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat yang bertema
"Pemberdayaan Masyarakat untuk Penanggulangan Kemiskinan" dan
diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
bekerjasama dengan Corporate Forum for Community Development (CFCD) di Jakarta
(21-24/10).
·
Majalah
Freeporter PT Freeport Indonesia (PTFI) dianugerahi oleh Perhimpunan Hubungan
Masyarakat (Perhumas) Indonesia sebagai juara kedua untuk kategori in-house magazine dalam kompetisi dengan nama
"Ing Griya" yang diselenggarakan organisasi tersebut untuk tahun
2010.
·
PTFI
meraih penghargaan sebagai juara 1 kategori "Good Mining Practice"
dan juara 3 kategori "Best Mining Company in Advance Technology
Implementation" dari Majalah Tambang dalam malam Penganugerahan Tambang
Awards 2010 dalam ajang Indonesia Mining Updates 2010.
2009
·
Leonardus
Kocu dan Verdy Abdullah dari Departemen Social Outreach & Local Development
(SLD) PT Freeport Indonesia (PTFI) menerima penghargaan Perak atas prestasi dan
pencapaian mereka dalam kegiatan pendampingan (individu) bagi masyarakat lokal
di sekitar perusahaan pada PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) –
CSR Award 2009, Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan oleh
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat bekerjasama dengan
Corporate Forum for Community Development (CFCD) di Jakarta (15/8). Leonardus
Kocu menerima penghargaan dalam kategori pembuatan kebijakan, dan Verdy
Abdullah menerima penghargaan dalam kategori pelaksana.
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) menerima dua Piagam Penghargaan Aditama (Emas) dan
empat Penghargaan Utama (Perak) di bidang Pengelolaan Lingkungan serta Piagam
Penghargaan Pratama di bidang K3, dari Departemen Energi & Sumber Daya
Mineral (DESDM) atas upaya yang dilakukan PTFI dalam menjaga lingkungan dan
keselamatan pertambangan.
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) meraih penghargaan sebagai salah satu Pelapor Lalu
Lintas Devisa (LLD) Terbaik untuk kategori Perusahaan Non-Lembaga Keuangan dari
Bank Indonesia (BI). Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang
melaporkan LLD dengan akurat, tepat waktu, kooperatif serta responsif dalam
diskusi dan survei yang berkaitan dengan LLD yang dilakukan oleh BI.
·
PT
Freeport Indonesia (PTFI) menerima lima penghargaan dari Menteri Negara
Perumahan Rakyat (Menpera) Republik Indonesia atas tanggung jawab sosial dan
lingkungan di bidang perumahan ditinjau melalui aspek-aspek antara lain
kebijakan perusahaan, kelembagaan, implementasi, kemitraan, dan keberlanjutan
program.
2.2
Contoh
Kasus PT. Freeport Indonesia
Serikat Pekerja Freeport Laporkan PHK kepada Menteri Ketenagakerjaan
JAKARTA, KOMPAS.com -
Serikat pekerja PT
Freeport Indonesia menemui Menteri Ketenagakerjaan Hanif
Dhakiri untuk melaporkan adanya tenaga kerja Freeport yang dirumahkan dan
dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Salah
satu kontraktor PT Freeport Indonesia, Srikandi Mitra Karya membenarkan adanya
pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut. Ketua Serikat Kerja Pertambangan
Srikandi Mitra Karya Indra mengatakan, kontrak kerja sama perusahaan kontraktor
dengan PT Freeport Indonesia belum habis masa kontraknya.
Namun,
karena ada polemik perizinan PT Freeport dengan pemerintah Indonesia saat ini,
pihak Freeport menghentikan produksi dan berimbas pada diberhentikan dan
dirumahkannya sebagian karyawan secara sepihak.
"Kondisi kontraktor sekarang, di kami (Srikandi Mitra Karya) 26
orang dirumahkan dan 44 orang diberhentikan. Ini sejak 19 Februari 2017,"
ujarnya di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (27/2/2017).
Menurut Indra, jika ditotal secara keseluruhan, saat ini sudah 1.200
pekerja dari perusahaan kontraktor yang bekerja sama dengan Freeport, yang
diberhentikan dan dirumahkan.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Kimia, Energi
dan Pertambangan R Abdullah menjelaskan, maksud kedatangan para serikat pekerja
PT Freeport ke Kemenaker adalah audiensi dan menyampaikan laporan yang
berkaitan dengan masalah tenaga kerja.
"Kami audiensi dan melaporkan perkembangan berkenaan tenaga kerja
akibat tertundanya agreement pemerintah dengan Freeport. Kita ke sini minta
solusi alternatif bagi pekerja. Sambil menunggu negosiasi pemerintah dan
Freeport selesai," pungkasnya.
2.3
Analisis
Kasus PT. Freeport Indonesia
·
Harusnya ada kejelasan keputusan
negosiasi antara pihak PT. Freeport Indonesia
dengan pemerintah terhadap kontraktor-kontraktor yang bekerja sama
dengan PT. Freeport Indonesia
·
Adanya kejelasan para pekerja yang
dirumahkan apakah mendapat upahnya atau tidak
·
Harus ada keputusan yang tepat untuk
diberikan solusi terhadap tenaga kerja yang diberhentikan dan dirumahkan serta
yang masih bekerja
·
Adanya pertemuan antara perwakilan
serikat buruh dengan perusahaan-perusahaan kontraktor dan pemerintah untuk
membahas kelangsungan kerja bersama
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa :
1. PT
Freeport Indonesia banyak menerima penghargaan
2. Salah satu perusahaan tambang terkemuka di dunia, PT Freeport
Indonesia melakukan eksplorasi, menambang, dan memproses bijih yang mengandung
tembaga, emas, dan perak di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi
Papua, Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. PT Freeport Indonesia. (https://ptfi.co.id/id/about/awards. Diakses
tanggal 24 September 2017)
Anonim. 2017. PT Freeport
Indonesia. (https://id.wikipedia.org/wiki/Freeport_Indonesia.
Diakses tanggal 24 September 2017)
Julianto, Pramdia Arhando. 2017. Serikat Pekerja Freeport Laporkan PHK Kepada Menteri Ketenagakerjaan.
(http://ekonomi.kompas.com/read/2017/02/27/220017026/serikat.pekerja.freeport.laporkan.phk.kepada.menteri.ketenagakerjaan.
Diakses tanggal 24 September 2017)


Komentar
Posting Komentar